Accounting Series 6 : Implementasi Good Corporate Governance: Manfaat Dan Tantangannya
Program Studi Akuntansi kembali menggelar Accounting Series yang ke-enam pada hari Rabu, 27 Juni 2012. Tema yang diangkat untuk dalam Accounting Series kali ini adalah Implementasi Good Corporate Governance : Manfaat dan Tantangannya. Tampil sebagai pembicara adalah Bapak Tris Sudarto, Ak, M.Si, CPMA, SAS. Sehari-hari Bapak Tris adalah Direktur Keuangan PT. Kliring Berjangka Indonesia (Persero). Pak Tris sudah bekerja di bidang Akuntansi baik di lembaga Negara atauapun lembaga privat semenjak tahun 1994. Beliau juga merupakan salah satu alumni Kelas Profesional Ujian Sertifikasi Akuntansi Syariah Review yang diadakan oleh Program Studi Akuntansi FE Universitas Al Azhar Indonesia. Alhamdulillah, saat ini beliau merupakan salah satu pemegang gelar Sertifikasi Akuntansi Syariah dari Ikatan Akuntan Indonesia.

Dalam pemamarannya, Pak Tris Sudarto menyampaikan bahwa untuk mewujudkan suatu perusahaan yang tangguh dan unggul diperlukanlah suatu tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance). Menurut Pak Tris, Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu pengaturan pola hubungan antara stakeholders dari suatu perusahaan, yang terdiri atas pemegang saham, komisaris, direksi, komite-komite dan stakeholders lainnya. Setiap organ dalam perusahaan harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan AD ART yang telah dirumuskan bersama serta dijiwai dengan prinsip-prinsip GCG.

Pak Tris juga menjelaskan bahwa dalam GCG terdapat lima prinsip yang harus dilaksanakan dalam setiap pelaksanaan tugas, prinsip tersebut antara lain, adalah:

  • Transparansi

Transparansi erat hubungannya dengan penyediaan informasi yang relevan dan material yang mudah diakses dan mudah dipahami oleh stakeholders. Informasi yang disajikan adalah informasi yang optimal sehingga pembaca laporan tidak salah menafsirkan. Dalam hal ini tidak semua informasi disampaikan, mengingat adanya pihak kompetitor dan apabila semua informasi disampaikan hal tersebut akan merugikan perusahaan itu sendiri. Transparansi adalah ruh dari GCG, tanpa adanya transparansi GCG tidak bisa berjalan dengan optimal.

  • Akuntabilitas

Setiap organ perusahaan harus mempertanggung jawabkan semua yang telah dilakukan secara wajar dan transparan.

  • Responsibilitas

Dalam setiap pelaksanaan tugasnya, organ-organ perusahaan harus bertanggungjawab terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

  • Independensi

Dalam pengambilan suatu keputusan, baik yang ekonomis maupun strategis tidak berada di bawah pengaruh tekanan pihak manapun.

  • Kewajaran

Memperlakukan stakeholders secara seimbang, seperti contohnya perlakuan seimbang terhadap lingkungan.

Pak Tris menjelaskan bahwa GCG tidak mungkin berjalan, tanpa adanya organ-organ dalam perusahaan. Organ-organ tersebut antara lain adalah komisaris independen yang diharapkan dapat memberikan warna berbeda. Terdapat juga komite audit yang membantu tugas-tugas dewan komisaris, sekurang-kurangnya harus terdapat 2 orang yang independen dalam komite audit. Selanjutnya diperlukan Sekretaris Perusahaan (Sekper) untuk menyebarkan informasi yang terkait dengan perusahaaan. Menurut Pak tris, konsekuensi, uUntuk dapat menjalankan fungsi organ-organ tersebut diperlukanlah biaya yang lebih, mengingat beratnya tugas yang harus dilakukan oleh organ-organ dalam perusahaan.

Di sisi lain terdapat beberapa manfaat yang diperoleh dari penerapan GCG. Manfaat tersebut antara lain adalah:

  1. Informasi yang disampaikan kepada stakeholders dapat dijadikan gambaran dalam pengambilan keputusan, contohnya keputusan untuk berinvestasi dalam perusahaan tersebut.
  2. Perusahaan dapat dengan mudah memperoleh akses permodalan, seperti contohnya dapat diperoleh modal dari pasar modal sehingga cost of funding menjadi lebih murah.
  3. Membantu dalam setiap pengambilan keputusan, baik yang bersifat ekonomis maupun strategis.
  4. Meningkatkan keyakinan terhadap stakeholders.
  5. Apabila direksi dan komisaris dalam menjalankan tugasnya sudah sesuai dengan prinsip GCG, jika suatu hari terjadi kesalahan, direksi dan komisaris tidak akan dituntut sepanjang direksi dan komisaris tidak berbuat curang.

Pak tris Sudarto menguraikan bahwa fakta menunjukkan bahwa pelaksanaan GCG sangat penting dalam suatu perusahaan. Hal tersebut bisa dilihat dari perusahaan yang tidak menerapkan prinsip GCG dan akhirnya pun kolaps. Contohnya adalah Baring Futures, dimana seorang General Manager merangkap jabatan sebagai Head of Trading sehingga akhirnya pun bangkrut. Contoh yang fenomenal adalah kasus Enron, dimana seorang auditor eksternal merangkap jabatan sebagai konsultan dalam Enron sehingga hutang enron yang begitu banyak tidak diketahui oleh stakeholders. Setelah hal tersebut terungkap, nilai saham Enron langsung turun derastis, dan akhirnya pun bangkrut. Dalam berbagai kasus tersebut bukan karena tidak adanya tata kelola yang baik dalam perusahaan tersebut, tetapi karena kurangnya implementasi dari apa yang telah dirumuskan dalam tata kelola tersebut. Sebaik apa pun Code of Corporate Governance jika hal tersebut tidak diimplementasikan tidak akan tercapai tujuan dari dibentuknya Code of Corporate Governance. Oleh karena itu, menurut Pak Tris ketika menutup pemarannya, dibutuhkan komitmen semua organ dalam perusahaan untuk dapat menjalankan apa yang telah dirumuskan dalam Code of Corporate Governance.

Kegiatan Accoounting Series kali ini terasa berbeda karena diadakan di Auditorium Arifin Panigoro. Setidaknya ada 150 orang mahasiswa Prodi Akuntansi yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kegiatan Accounting Series dan Debate kali ini juga menampilkan kreasi seni music mahasiswa Prodi Akuntansi. Tampil menunjukkan kebolehannya adalah Grup Bank Accounting 2007 terdiri dari Soebroto Harry P, Yusuf Sibarani, Faizal Farta dan Rafi Fatahurrizki. Dalam kegiatan Accounting Series kali ini juga dilakukan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba Debat Akuntansi 2012 yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Program Studi Akuntansi semenjak 15 Juni s.d 26 Juni 2012. Ada 6 kelompok debat yang berasal dari Angkatan 2008, 2009 dan 2010 yang terlibat yang terbagi dalam 2 Grup. Masing-masing juara Grup bertemu di Babak Final yang sudah dilangsungkan pada hari Selasa 26 Juni 2012. Pada Babak Final, bertemu Angkatan 2009 yang terdiri dari Sefti Restiansyah, Erick Ontoe dan Dian Prawitasari dengan Angkatan 2008 yang terdiri dari Tyas Mahendra, Andhina Ratnaningrum dan Arif Bukhari. Setelah berlangsung dengan sengit, Juri memutuskan bahwa pemenag lomba Debat Akuntansi 2012 adalah Angkatan 2009. Topik Debat kali ini adalah berkaitang dengan Implementasi Good Croporate Governance.

Selain lomba Debat, KMPS Akuntansi FE UAI juga mengadakan lomba Scrabel Akuntansi. Lomba ini setidaknya diikuti oleh 12 orang mahasiswa dari berbagai angkatan. Setelah melalui tiga babak penyisihan dan satu babak final, akhirnya dihasilkan pemenang Pertama lomba Scrabel Akuntansi adalah Risyad, Angkatan 2011 dan yang menjadi Pemenang Kedua adakah Israq Niam, Angkatan 2009. (AWS/AR/IR)